Keindahan dari letusan Gunung Anak Krakatau
Jelajah Selat Sunda
Gunung Krakatau. Yang terbesit dalam ingatan saya waktu pelajaran di sekolah yaitu gunung yang pernah meletus dengan dasyat di tahun 1883 yang mengakibatkan separuh bumi menjadi gelap karena tertutup oleh abu vulkanik letusannya. Waah… dasyat juga membaca sejarah gunung ini, membuat naluri keingintahuan saya untuk melihat langsung Krakatau!! Sebuah acara petualangan di televisipun menjadi sasaran saya untuk mewujudkan keingintahuan tersebut wkwkwkwk….
Tanpa di duga, tiba-tiba teman saya (Rani) bercerita bahwa dia akan nge-trip ke Krakatau minggu depan…. Waah dengan semangat saya minta ikut… wkwkwk… Eiit ternyata, pendaftar sudah penuh jadi dengan sangat menyesal sayapun tidak bisa ikut… *sigh
Tapi, Allah memang Maha baik kepada saya, yoiii ternyata tepat hari H keberangkatan teman saya ke Krakatau, ternyata ada 1 spot kosong yang dibatalkan… horee akhirnya saya bisa ikut pemirsah… dengan semangat menggebu, sore itu juga sayapun bergabung dengan teman-temannya Rani (yang notabene gak ada yang saya kenal pemirsah!), tak apalah yang penting petualangan ke destinasi baru…. dimulai…
Hari itu Jum’at malam bulan Juni 2011… kami bertemu di starting point di Tomang, untuk bersiap ke Pelabuhan Merak dengan bus umum…
Fyi.. Gunung Anak Krakatau berada di Provinsi Lampung, jadi menuju kesana kami lewat rute : Merak-Bakaheuni-Rajabasa-Sebesi-Krakatau. Nih petanya:
![]() |
| Indonesia tercinta |
![]() |
| Rute dari Merak-Bakaheuni-Rajabasa-Sebesi-Krakatau |
Pukul 24.00 tengah malam kami berkumpul di pelabuhan Merak, dan ternyata ada 22 orang yang siap bertualang ke Krakatau… banyak juga yaa!!... tapi kata Ketua Panitia Bang Dian… ini sudah melebihi kuota yang seharusnya hanya 20…. Hmmm …. Ya sudahlah yang penting nge-trip heehe…
Menjelang subuh, kami tiba di pelabuhan Bakahueni dan sudah ada penjemput yang menunggu untuk membawa kami ke pelabuhan penyeberangan Pulau Sebesi, lokasi basecamp ato menginap selama bertualang ke Krakatau nanti… okay..
Naik angkot 1,5 jam ke dermaga Canti (daerah Rajabasa-Lampung) tidak terasa karena saya tidur wkwkwk… sampe pukul 05.30 tidak disia-siakan untuk ibadah dulu ya pemirsah, plus sarapan doloo… yaaa menurut saya kepagian sihh, yo wes di santap ajah tuh langsung bakwan plus the manisnya…. Hangat.
Hari Pertama (Sabtu)
Pertualangan dimulai….. dengan naik kapal/perahu kayu (yang menurut saya sih nih perahu buat nangkap ikan, tapi berhubung banyak para wisatawan yang ingin ke Krakatau, dimanfaatkan waktu libur untuk menyewakan perahu milik nelayan tersebut1) yang muat cukup banyak, pagi pukul 08.00, berangkatlah kami semua ke Pulau Sebesi, basecamp kami.
![]() |
| Suasana diatas kapal kala berlayar... |
Berlayar lebih dari 1 jam… sekali lagi tak membuat saya bosan… pemandangan pulau-pulau kecil di perairan Selat Sunda ini tampak begitu cantik, plus laut biru nan menyejukkan mata serta ombak laut yang cukup bersahabat pada saat itu, sehingga pelayaran pun berjalan aman dan tenang.
Diperjalanan menuju Pulau Sebesi, kapal kami melewati pulau-pulau yang ada di Selat Sunda, namanya Pulau Sebuku kecil. Tampak diseberang Pulau Sebuku Kecil ada Pulau Sebuku besar. Bersandarlah kapal kami di pulau yang memiliki pasir putih cantik ini… hmmm … sepi.. hanya deburan ombak yang mengiringi kesepian pulau ini (hahaha pulau kok kesepian..). Hup… hup …hup… loncatlah kami satu-satu dari perahu… dann ouuw fanaaas… pasirnya panas pemirsah dan berhubung nih siang bolong and cuaca cukup terik… lumayan deh… langsung cari tempat teduhan kami. Nih dokumentasinya:
| Pulau Sebuku Kecil |
Puas menjelajah Pulau Sebuku Kecil dari ujung-keujung, dan hari sudah menjelang siang dan semakin terik matahari bersinar, kamipun melanjutkan pelayaran menuju Pulau Sebesi.
Sampailah kami di Pulau Sebesi 1 jam berikutnya, basecamp berupa rumah penduduk yang disewakan, cukup sederhana dan nyaman, dekat pantai.
| Pulau Sebesi |
Lumayan beristirahat dan Maksi disana, guna mempersiapkan diri untuk menjelajahi pulau-pulau kecil disekitar untuk berwisata. Eh … kayak anak sekolah ajah berwisata? Hahah… kalo yang berani snorkeling tanpa guide silahkan… kata Bang Panitia… tapi karena destinasi tersebut tidak memiliki penyewaan alat-alat snorkeling, ini destinasi berupa pulau tak berpenghuni, buat yang bawa alat snorkeling sendiri…sok lah nyebur… kalo yang ga bawa apa-apa, sok lah manyuun.. haha… gak lah, kan bisa ‘take pictures’ toh?
Pukul 14.00 kami pun siap berlayar kembali ke pulau seberang, namanya Pulau Umang-umang untuk… snorkeling… yeaah… saya gak bawa perlengkapan snorkeling…. Manyuun deh wkwkwk. Alhamdulillah jeng Rani membawa perlengkapan nya… so.. diapun meminjamkan peralatan snorkeling secara bergantian… nuhun ya jeng hehehe… katanya, sayang dah jauh-jauh datang ke pulau ini gak ngeliat indahnya bawah laut yang dimiliki… okay… sayapun nyebur… bur… walau sebentar, but… worth it, ikan-ikan cantik dan terumbu karang yang masih utuh tampak di bawah lautnya (sayang gak ada yang bawa kamera underwater niih!!).. What a nice view anyway…
Suasana snorkling di Pulau Umang-umang:
![]() |
Sebagian ada yang bergantian snorkeling, sebagian ada yang moto-moto, sebagian pada becanda… Eeit ngeliat pak nahkoda dan abknya ngail-ngail apaan yak? Penasaran bo… deketin aah… ternyata lagi mancing cumi-cumi… wiih… gini toh salah satu nangkep cumi-cumi untuk mengisi waktu luang… satu pelajaran lagi saya dapat hehehe… tapi sayang pemirsah saking asiknya ngeliat yang lagi mancing cumi-cumi… lupa deh mendokumentasikan aksi mancing tersebut… halaah.
Bertualang itu, lupa akan waktu, serasa baru sebentar tiba-tiba sore sudah menjelang, bersiaplah kami toek pulang ke kampong halaman… hahah bukan, basecamp, sekedar toek melepas penat dari seharian melaut… hahaha alay…
Dan malampun tiba, briefing sebentar dengan pasukan toek persiapan berlayar ke Krakatau besok, habis itu acara bebas, kalo saya milih tidur ajah guna menjaga stamina buat besok.
Dan…. waktunyan istirahat….
Hari kedua (Minggu)
Pukul 05.30 kami sudah harus naik perahu, karena untuk mengejar sampai Krakatau tidak terlalu siang, konon katanya jangan siang-siang untuk trekking ke Krakatau karena cuaca disana amat panas… lhoo kan gunung, kok panas? Sayapun bertanya dalam hati ini… wkwkwk.
| Berangkaaat... |
Lebih dari 2 jam pula kami berlayar menuju Krakatau, kali ini juga di suguhi pemandangan Selat Sunda yang cantik, dari jauh tampak Gunung Anak Krakatau terlihat dengan gagahnya… tak luput dari jepretan kamera saya dunk… nih penampakannya, tuhhh di bawah:
| Gunung Anak Krakatau dari Kejauhan |
Akhirnya… bersandarlah perahu kami.. di Pulau Rakata, Gunung Anak Krakatau berada, beda dengan pulau-pulau kecil dengan pasir putihnya di perairan Selat Sunda, Pulau Rakata ini didominasi dengan pasir-pasir hitam, disambutlah kami oleh penduduk asli Pulau Rakata… hah ada penduduknya? Iya itu mas dan mbak biawak… hahaha… Banyak biawak berkliaran di pulau ini pemirsah…
| Penghuni Pulau.. |
Secepat kilat Bang Panitia melapor ke pos penjaga…. Wadooh ternyata pos penjaga gak ada yang menjaga!! Wadooh terus kita mau melapor kemana dunk….? Secara ini pulau kan harus ada yang mengawasi, kondisi gunung lagi aktif batuk-batuk… masa gak ada penjaganya, bagaimana dengan keselamatan para wisatawan disini?... waaah gak aman dunk keselamatan kita?... hadooh pemirsah, ini membuat saya khawatir. Di tambah lagi, dikala kami sedang beristirahat sebentar di pos Cagar Alam Krakatau, terdengar suara dentuman, waduh dentuman apa tuuh? … gak kelihatan… ya sudahlah… (tetep saya merasa sedikit terkejut dan was-was lho!!).
Waktu sudah menunjukkan pukul 08.00, dan benar sekali cuaca di pulau ini sudah mulai panas… padahal masih banyak pohon-pohon tinggi di bawah, bagaimana diatas nanti ya? Trekking untuk naik ke Gunung Anak Krakataupun dimulai… 15 menit pertama masih vegetasi hutan-hutan sehingga masih belum terasa panasnya, 30 menit berikutnya dengan trek berpasir dengan kemiringan lebih dari 45° plus ditemani semak belukar yang tingginya cuma sedengkul saya hahaha…. Gak ada tempat buat neduh nih… Fyi ajah… Gunung Anak Krakatau hanya memilik ketinggian ± 400 mdpl, jadi untuk mendaki Gunung Anak Krakatau tidak terlalu lama.
| Tampak didepan Letusan "kecil" Gunung Anak Krakatau |
Tampak di ketinggian depan puncak Anak Krakatau… Ya Allah baru saja Gunung ini mengeluarkan abu vulkaniknya… jadi dentuman tadi berasal dari letusan kecil Anak Krakatau… haduuh sedikit menciutkan nyali saya, secara tidak ada warning… dari pihak terkait akan keamanan Gunung Anak Krakatau untuk di daki. Tapi melihat teman-teman yang lain terus melanjutkan langkahnya, membuat saya juga mengikutinya… “kata pak Nahkoda dan ABK kondisi seperti ini masih aman untuk didaki” kata teman disamping saya… “Oh… Okaay” … kata saya… jadi keselamatan sementara ini tegantung apa kata penduduk lokal setempat, baiklah… semangaat!!!
1 jam sudah trekking, akhirnya kami sampai di lereng Anak Gunung Krakatau… Subhanallah pemandangan Gunung dan sekitarnya… ajiib… dan letusan kecilpun sudah berhenti… tampak diatas kawah Gunung bersih… dan kamipun berlari-lari gembira… mengabadikan lokasi sekitar dari ujung ke ujung… dan akhirnya rombongan kami memutuskan untuk tidak mendaki sampai kawah karena waspada letusan akan terjadi lagi dan membahayakan kami… tapi dengan bediri di lereng gunung inipun sudah amat sangat puas… wah… panas… lupa tuuh!! Haahah….
View di Lereng Anak Krakatau:
| Ayo baris yang rapi!! tu..wa..ga..pat |
Sudah pukul 10.00, hari sudah semakin panas, dan akhirnya saya dan sebagian teman memutuskan untuk turun gunung terlebih dahulu… yuppp…. Meluncurrr… berhubung trekking didominari oleh pasir jadi dapat meluncur dengan lancar guna mencapai kebawah as soon as possible… hehe. Di sela perjalanan turun terdengan dentuman cukup keras lagi, menengoklah saya kebelakang… Oh My God… letusan terjadi kembali… segera saya bergegas mengambil gambar tersebut untuk saya abadikan…. Moment yang langka terjadi nih… jepreeeet… Nih dia:
![]() |
| Letusan kembali... Subhanallah |
Dan tampak dari kejauhan teman-teman saya yang masih diataspun bergegas turun tunggang-langgang untuk menghindari letusan tersebut… hihihi… what a scary situation right? Tidak lupa, kamipun berfoto bersama untuk mengabadikan moment ini.
Pertualangan di Gunung Anak Krakataupun berakhir… setelah istirahat sebentar, kamipun segera naik perahu untuk kembali pulang, karena esok adalah hari Senin, tak ada alasan untuk tidak bekerja (Alhamdulillah anggota rombongan mayoritas para pekerja yang harus bekerja besok Senin)… kembali ke pulau Sebesi untuk packing barang-barang kami… ISOMA… langsung naik perahu pulang….
Alhamdulillah lagi… pelayaran pulang menuju Lampung pun disuguhi ombak yang tenang dan cuaca tidak begitu panas… kamipun nangkring diatas perahu… dengan hati senang… sedikit sanda gurau sampai kecapean. Sunsetpun tanpa malu-malu muncul disebelah barat perahu kami… Ya Allah… pelayaran yang menakjubkan buat saya… Laut tenang, Sunset hadir, terutama teman-teman baru….
![]() |
| canda-candaan di atas kapal... (fotonya Dian) |
| ... dalam perjalanan pulang |
Setelah berjam-jam perjalananan dari Sebesi-Rajabasa-Bakaheuni-Merak-Jakarta, Alhamdulillah bus kami (yang menuju terminal Kampung Rambutan) sampai tepat Azan Subuh waktu Jakarta… perjalanan yang panjang… siap untuk bekerja kembali.
Bertualang aka berwisata ke Gunung Anak Krakatau memberikan satu pelajaran untuk pariwisata Indonesia, semoga pihak terkait khususnya Dinas Pariwisata Provinsi Lampung tidak hanya mempromosikan Destinasi wisatanya saja tapi kemudahan untuk akses menuju lokasi, selama ini (2011) baru penduduk lokal yang berperan aktif dalam meyediakan transportasi dengan menyewakan perahunya untuk berlayar tapi tanpa didukung oleh fasilitas keamanan yang memadai, buktinya penyediaan pelampungpun cukup terbatas. Untuk menyewa perahu penduduk lokal dengan rombongan yang banyak, tapi bagaimana kalo ingin berwisata dengan jumlah dikit? Mungkin akan merogoh kocek yang cukup banyak ya? Tapi itukan 2011…. Katanya sekarang akses sudah mudah dah paket-paket wisata untuk ke Krakatau juga sudah dipermudah dan banyak… mudah-mudahan … Amiin.
Dan semoga juga lebih ditingkatkan pengamanan di wilayah Gunung Anak Krakatau oleh pemda setempat…. Agar wisatawan yang berkungjung nyaman. Karena… Gunung Anak Krakatau selalu memberi kejutan dengan letusannya yang tiba-tiba (disitu indahnya Krakatau!!), Gunung yang memiliki sejarah mendunia, memiliki potensi Alam yang Indah, bawah laut yang menawan. Salah satu kekayaan alam yang dimiliki Indonesia.
Thank You Allah sudah memberikan ku kesempatan untuk melihat ciptaan Alam-Mu yang lain yang ada di Indonesia ini.
Jadi... masih aja diam dirumah? Indonesia itu indah kawan!!!
Wonderful Indonesia.
SitRok
For your info : Bertualang ke Gunung Anak Krakatau dan sekitarnya saya hanya menghabiskan dana Rp250.000,- karena sistem sharing ajah… karena dengan rombongan membuat pengeluaran biaya lebih murah.









Comments
Post a Comment