Merasakan Musim Dingin di Swiss
3 Days in Swiss
Swiss... yup, salah satu negara yang saya impi-impikan dari kecil. Kenapa? Sejak nonton film India duluu... dimana lagunya menyajikan pemandangan-pemandangan Indah dengan gunung-gunung ditutupin salju dipuncaknya dan ikutan ngayal bisa masuk ke pilem tersebut, bisa moto-in pemandangan, bisa pegang salju wkwkwk , dan bermimpi suatu hari nanti saya ingin kesana... What a silly dream it was.. hehe... but still I didn’t know where was Swiss anyway, I only knew that Swiss was the country with snow and mountains.
Tapi kali ini gak ngomongin masa kecil kali yak... Yeah, saya mau menceritakan perjalanan ke Swiss anyway... (thanks to Allah, my dream came true).Bersama teman-teman satu kantor akhirnya kami meluncurr ke Eropa. Here’s the journey:
Bulan Februari 2013 tepatnya saya berkunjung ke Eropa, dan pada bulan ini musim dingin aka winter sedang mengegelayut di langit Eropa.. (wait? Apa itu menggelayut? Hahaha).
Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 16 jam (sama transit) dengan pesawat, akhirnya kaki ini untuk kali pertamanya menginjak di daratan Eropa, di Schipol Airport. Eiiit.. lho kok Schipol, itu kan di Amsterdam Belanda? Oh iyaa... sebenarnya tujuan saya nge-trip ke Eropa yaa Belanda ini, tapi kata peribahasa ‘sambil menyelam minum air toh?’ eh ga pake toh.. hee, memang sudah janjian sama teman yang lagi menetap di Belanda and cukup paham ama Eropa dan minta ditemenin deh nge-tripnya. Dan untuk episode Belandanya, akan diceritain episode berikutnya yaa...
Zurich
Zurich... merupakan kota yang dipilih kami singgahi. Gak ada alasan yang spisifik sih kenapa harus Zurich, secara kota di Swiss kan banyak. Kalo teman-teman saya yang penting nge-trip, dan kalo saya sendiri yang penting bertualang sambil bisa liat salju... haha (maklum ajah pemirsah saya kan lom pernah di salju-in secara alami), padahal pas nyampe Amsterdam pun udah dikasih sama rintikan salju. Tapi memang view yang dilihat di berbagai negara emang berbeda. Swiss merupakan negara pegunungan di Eropa. Dan yang saya penasaran ingin lihat yaitu pemandangan dengan gunung yang ditutupin sama saljunya... tetep yaaah yang penting salju hehe.
Zurich merupakan kota terdekat dari perbatasan Jerman. Lho kok Jerman sih... yup untuk sampai ke Zurich, dari Amsterdam kita naik kereta yang melewati 3 negara lhoo yaitu dari Belanda melewati Jerman tentunya plus tujuan akhirnya di Zurich-Swiss,... kenapa harus susah-susah sih naik kereta? Kan lama? Kan ada pesawat? Ini komitmen kami untuk mencoba semua moda transportasi yang ada di Eropa. Ini dia petanya:
![]() |
| |
Perjalanan dari Amsterdam pukul 08.00 pm waktu setempat menuju Zurich, kami menggunakan kereta malam (maaf pemirsah saya lupa nama keretanya..)..., dengan jarak tempuh sekitar 12 jam... widiiih lama amat yaak... namanya kereta malam jadi bener-bener sepanjang malam hehe. Keretanya pun beda, gerbong yang kami tempati terdiri dari kamar-kamar yang berisi empat atau enam tempat tidur... hmmm it’s a nice experience to travel with different train with Indonesia right!
Penampakan keretanya dibawah inii:
Dalam perjalanan pun akhirnya tetap saya gak bisa tidur...(masih jetlag kayaknya yaah) akhirnya ngintip-ngintip stasiun perberhentian, yang saya ingat melewati kota-kota seperti Arnhem, Dusseldorf, Frankfurt, and Bassel (untuk lebih paham lihat peta lagi deh... hehe).
Day-1
Jreng-jreeng... sampailah kami berempat di Zurich pada pukul 08.00 am ato pagi harinya, disambut kembali dengan rintikan salju yang cukup kerasa dibadan...brrr... (haha lebay)... suprisebanget rasanya ngeliat rel-rel kereta ditutupin salju... woow... hati ini begitu riang dan senang.. melihat pertama kalinya salju yang mulai mengeras seperti butiran-butiran es dalam kulkas... (malah ngelantur nih hee...). kembali ke laptop... Mulailah penjelajahan menuju hotel (kalo gak salah nama hotelnya Hotel Bristol pemirsah) yang kebetulan dekat dengan stasiun Zurich sekitar 5 menit saja dengan berjalan kaki.
| Zurich Station |
Gak menyia-nyiakan waktu di hotel, kami langsung tancap gas ngiderin kota Zurich, jalan kaki, muter-muter ditemanin hujan salju yang makin deras, gak menghalangi langkah kaki kami untuk meng-explore kota.
Walaupun gak meng-explore seluruh kota di Swiss, tapi di Zurich ini menurut saya sudah mewakili Swiss secara mikro... Seperti kota-kota di Eropa lainnya... (ngeliat di tipi-tipi sih hee) Zurich kota yang bersih, rapi, modern, sepi dan gak berpolusi. Susah banget nyari sampah-nya... sampai-sampai saya bertanya dalam hati, dimanakah mereka membuang sampahnya ya? Seandainya Jakarta ato kota di Indonesia bisa seperti ini:
| Suasana di kota Zurich |
Untuk ngeliat gedung-gedung tinggi di Zurich? Gak ada tuh... Zurich menjunjung tinggi bangunan yang bersejarah dengan Arsitektur gaya Eropa klasik banget... tapi tidak terlepas dari modernnya transportasi yang dimiliki.. yang pasti transportasi yang terawat!
Berikut suasana kota Zurich, cekidot:
| In Classic Trolley |
Capek berjalan kaki mengelilingi secuil kota Zurich... dan men-charge tubuh dengan makanan dan minuman hangat... (cuaca pada saat itu sudah 0° Celcius looh). Kami kembali beraksi dengan mengambil paket one-day trip in Zurich (tiket dapat dibeli di loket stasiun) dengan menggunakan bus pariwisata setempat (namanya Classic Trolley) yang unyu-unyu, naik trem mengelilingi kota Zurich... membuat saya speechless... Subhanallah...luar biasa cantiik dan bersih skali nih kota... plus naik kereta yang cakep berujung di Uetliberg (Kota kecil perbukitan di bagian selatan Zurich). Menarik untuk saya ceritakan nih Uetliberg...
Uetliberg merupakan daerah perbukitan yang dijadikan salah satu destinasi wisata, dimana disini bisa terlihat kota Zurich dibawahnya. Sepanjang perjalanan menuju Uetliberg disuguhi oleh pemandangan yang semuanya putih... kamerapun tak sedetik terlepas dari tangan saya, jepretan demi jepretan untuk mengabadikan moment naik kereta ini... Tibalah kami di stasiun Uetliberg. Kami... terutama saya amatlah sangat norak...haha... ngeliat pemandangan didepan saya, had fun with snow, and took pictures as many as possible was the way we did. Nih foto-fotonya:
| Suasana perjalanan menuju Uetliberg |
| The view of Uetliberg |
One day trip dah kelar, gak kerasa sudah jam 5.00 pm dan hari sudah gelap... *sigh... gak enaknya liburan di waktu winter ya gini nih.... for your info ajah .. waktu siang lebih pendek dari malam harinya.. rugi dikit sih ...hehe...
Waktunya makan malam dan istirahat.
Day-2
Luzern
Kami berencana untuk main ski... Main ski? Malah langsung ditanya balik sama recepsionis hotel... dengan cuaca seperti ini kalian mau main ski? Saya malah bertanya emang ada apa dengan cuacanya?... ternyata beberapa hari ini cuaca di Zurich dan pegunungan Alpen lagi tidak bagus untuk main ski... too much snow katanya... salju turun dengan intensitas yang cukup banyak apalagi daerah pegunungan. Kemungkinan area ski ditutup sampai cuaca baik. Untuk bisa main ski haruslah cuaca yang baik, karena area ski harus dengan salju padat yang bisa dilewati papan ski, kalo kondisi tumpukan salju lebih satu meter, papan ski bukannya meluncur malah melesek (waaait lagi, apa itu melesek? Haha..). Okelaah... kami akhirnya memutuskan tetap ke pegunungan Alpen walaupun gak bisa main ski. Kecewa sih.. tapi bisa foto-foto pemandangankan? ... fiuuuuh opsi terakhir.
Berbekal informasi dari si mbak recepsionis.. how to get there (maksudnya lokasi pegunungan Alpen yang bisa kami kunjungi untuk berwisata terdekat dari Zurich). Meluncurlah kami ke stasiun untuk beli tiket ke Luzern. Luzern? Yup... tujuan kami ke Mount Titlis... salah satu puncak di pegunungan Alpen yang cukup terkenal di Mancanegara yang berlokasi di Luzern. Ternyata eh ternyata... kita bisa membeli tiket langsung beserta masuk lokasi sampe naik kereta gantung sampe atas puncak... woow... mudahnya, dengan satu tiket include kereta, bus, masuk tempat wisata plus sarana transportasi di Alpen. Disini saya kagum dengan pariwisata Swiss... wisatawan dibuat mudah dengan fasilitas-fasilitas yang cakep dan memuaskan... eh* sebenarnya ada yang gak memuaskan sih pemirsah... itu looh fyi ajah... Zurich merupakan salah satu kota termahal di dunia... so... baik transportasi, akomodasi, oleh-oleh maupun makanannya muahaaalnya minta ampyuuun. Dan.. Swiss salah satu negara di Eropa yang ogah menggunakan mata uang Euro.. tuker lagi deh tuuw Euro ke Franc Swiss (CHF)... dan fyi lagi tiket berwisata ke Mount Titlis dari Zurich 114 CHF sehari (2013) ... kalo di IDR tuh sejutaan lebih yaa... lumayan mahal boo.
Perjalanan dari Zurich ke Luzern naik kereta selama 1,5 jam gak kerasa, kereta yang cakep dan lowong... disuguhi pemandangan danau Luzern, pegunungan yang semuanya putih... satu kata ”beautiful”.
| On the way to Engelberg |
| Engelberg Station |
Dari stasiun Luzern... ga pake lama... disambung langsung naik bus ke Engelberg, Lokasi dimana Mount Titlis berada. Dan sampailah kami... di Titlis Engelberg, disambutlah kami sama salah satu karyawan sana... hmm.. dikasihlah kami brosur area wisata berbahasa Indonesia.. (kok tau yaah kami orang Indonesia? Apa karena kita berisik n ngomong bahasa Indonesia Haha...) wah.. katanya banyakloh wisatawan asal Indonesia yang kesini.. hmm lagi... Dan benar juga ski area closed untuk umum... tumpukan salju bermeter-meter jadi gak bisa dilewatin sama papan ski... Tapi kereta gantung (cable car) tetap beroperasi untuk sampai puncak Mount Titlis...
| Photo taken from Cable car |
Muncak!!!. yipiiie.. Setelah berganti 3 kali cable car, dari yang cable car yang biasa (Indonesia juga ada) sampei cable car yang bisa muter-muter (berbentuk bundar) ato yang ngetop disana dengan namaTitlis Rotair dan muat banyak orang... wkwkwk... luar biasa... Woow kesampaian juga saya dan teman-teman di ketinggian 3020 mdpl... Maak anakmu sampai ke puncak Alpen...haha.
| 3020 mdpl @ Mount Titlis |
| Gak bisa main ski, foto sama papannya saja lah.. hehe |
Alhamdulillah disuguhi hujan salju yang nampar langsung ke muka.... nekat abiss... dengan suhu -8° Celcius tetap ambil poto plus narsssis hehe. Tapi sayang sekali pemirsah, saya gak bisa ambil gambar banyak karena kamera saya tiba-tiba error... katanya suhu dingin maksimal membuat lensa didalam ke-embunan. Tapi... masih ada kamera yang lain hehe... walaupun bukan saya yang pegang ... tetep...hehe. Diatas gunungpun ada restoran... makanlah kami disanadengan yang hangat-hangat... gak jauh jauh sih sama makan mei instant dan sambil sruuup secangkir coklat hangat langsung saya tenggak heee.. Karena gak bisa main ski... ya udah kita ke goa es ajah yang ada di puncak titlis ... namanya Glacier Cave. Dimana gua yang dindingnya es smua (asli dah beku dari sononya!)
| @ Glacier Cave |
Puas main salju diatas, waktunya turun... ceritanya kami mau ke stasiun jalan kaki ajah... eh gak taunya kami nyasar ke jalan antah-berantah (kalo kata Justin Be*** random road hehe)... akhirnya balik ke pool bus sebelumnya menjelang gelap. Tapi walaupun nyasar tetap mengabadikan sesuatu duung... nih dia:
| Mount Titlis |
![]() |
| Jalanan di Engelberg |
Hari sudah gelap.... kembali ke Zurich untuk istirahat setelah seharian melupakan dinginnya udara Engelberg haha...
Day-3
Zurich Again
Karena kecapean akhirnya kami bangun agak kesiangan... yaah missed one day to explore.. tapi pukul 01.00 pm kami harus kembali ke Amsterdam.. waktu tersisa dihabiskan buat shopping... hah shopping? Iya laah... walaupun Cuma gantungan kunci and gak lupa beli souvenir khas Swiss yaitu pisau lipat... hmm pas lagi diskon kece abis nih Swiss Militarynya... yang gak rela saya kasih buat kakak saya di Indonesia...haha..becanda. Setengah hari keliling mall... Eh gak ada mall lah yaau, yang ada toko-toko berjejer dengan ciri khas barang brandednya seperti jam tangan dsb... *hanya bisa lap keringet ajah nih pemirsah... ngeliat harganya.. heeh...
| Abis shopping niih.... hehe |
Capek shopping, langsung kami menyantap makan siang di Restoran Asia... yippie nemu nasi euuy hehee...
Akhirnya kami naik kereta ke Amsterdam dengan Kereta yang berbeda dari keberangkatan kemarin. Kami nyoba-in naik kereta cepat Jerman punya (yang konon kecepatannya 300 km/jam..wuiiih).. namaya ICE (The Intercity Express) Train yang hanya menghabiskan 7 jam perjalanan saja untuk sampai Amsterdam, Interiornya keren abis cuuuuy... dan kamipun tiba di Amsterdam pukul 08.00 pm waktu setempat.
| Nasi sama sayur rebung (OMG ada rebung juga di Swiss!! wkwkwkwk) |
Akhirnya kami naik kereta ke Amsterdam dengan Kereta yang berbeda dari keberangkatan kemarin. Kami nyoba-in naik kereta cepat Jerman punya (yang konon kecepatannya 300 km/jam..wuiiih).. namaya ICE (The Intercity Express) Train yang hanya menghabiskan 7 jam perjalanan saja untuk sampai Amsterdam, Interiornya keren abis cuuuuy... dan kamipun tiba di Amsterdam pukul 08.00 pm waktu setempat.
| On the ICE Train |
Berakhir sudah petualangan kami di Swiss, 3 hari sudah banyak memberikan pengalaman yang menarik... kota bersih, pemandangan gunung-gunung nan cantik, dinginnya winter di Swiss, penduduk yang ramah, mudah cari informasi, transportasi yahuuud, dan terutama di sektor pariwisatanya nih: menambah ilmu untuk saya bahwa untuk berwisata yang nyaman haruslah didukung oleh fasilitas-fasilitas mulai dari kemudahan pada akomodasi ,transportasi, petunjuk jalan mencapai ODTW (Objek Daya Tarik Wisata – istilah di pariwisata pemirsah), dan satu lagi adanya Tourism Information Center di tiap stasiun/bandara/terminal memudahkan kita mencari informasi dalam berwisata. Semoga kelak pariwisata Indonesia bisa semudah di Swiss ya... Amiin. (Jadi ngebayangin seandainya ada cable car untuk mencapai ke puncak Rinjani... *ngayal.com hehe)
Oke Swiss see you next time (jika yang Maha Kuasa mengizinkan) at another part of the country... the unforgettable journey I’ve ever had.. Alhamdulillahirobbil’alamiin.



Comments
Post a Comment