Petualangan ke Rinjani dan Gili
Gunung paling eksotis yang dimiliki Indonesia
Rinjani.. merupakan gunung yang eksotis,tertinggi kedua yang ada di Indonesia dan gunung yang saya inginkan untuk didaki. Tapi bagaimana bisa saya kesana ya?
Walaupun sudah 3 tahun lalu, dan baru sekarang nih bisa menceritakan petualangan saya... It’s better late than never laah yaa... hehe. But... Adventure to Rinjani is one of my favorite journey I want to tell the story, cos’ this was the great experience I’d never forget ever after... halaah..
So, here we go...
Berawal dari pertemanan saya dengan sahabat saya sekarang yang bernama Rani membawa saya berkenalan dengan teman-temannya yang hobi bertualang, terutama mendaki gunung. Akhirnya stelah kesepakatan bersama, kami pun menjadwalkan perjalanan kami ke untuk mendaki Rinjani... wiiih... 7 hari ternyata waktu yang diperlukan. Hadoooh lama juga yah... alhasil dengan berfikir keras untuk merayu bos supaya dikasih cuti pun akhirnya berhasil terwujudkan... horeee.
Ngapain sih ke Rinjani? Kan jauh? Mahal? Capek? Emang sanggup? ... Biarlah waktu yang menjawabnya .. hahaha itu jawaban saya. Saya hanya mencoba mewujudkansalah satu destinasi impian saya untuk saya kunjungi. No matter what!
12 Mei 2012
Lombok
Dengan modal nekad dan duit tentunya haha... petualangan saya untuk menaklukan Rinjani dimulai. Kami, bertujuh (saya, Rani, Habibi-the leader, Febri, David, Oz dan Akbar) akhirnya berangkat ke Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Lombok... ada yang tau kan lokasinya? Haah gak tau? Becanda... apa? Pingin tau letaknya?.... ya udaaah nih petanya, cekidot:
Berangkat pukul 09.00 wib dari Soetta naik pesawat macan air menuju BIL (Bandara International Lombok), tiba pukul 12.00 wita, kami dijemput oleh penjemput... eh iya, karena posisi saya sebagai peserta & bukan panitia jadi saya lupa siapa yang jemput... hehe..., dan di BIL kami ketemu rombongan pendaki lain, akhirnya mereka gabung dengan kami untuk berangkat bareng ke Desa Sembalun. Sembalun?... iya, itu lokasi menginap kami, desa yang terletak di kaki Rinjani ato basecamp persiapan sebelum mendaki Rinjani.
4 jam perjalanan dari BIL ke Sembalun tak terasa looh, kok bisa? Ya iyalah... lombok gitu looh... a little piece of heaven yang jatoh ke bumi..hee.. sepanjang perjalanan disuguhi pemandangan yang ciamikk, apalagi kami sempat mampir ke Pelawangan Pusuk, nih lokasi berasa seperti di puncak..dengan pemadangan desa sembalun dibawahnya dengan kabut tipis yang menyelimuti kami smua, memaksa kami utk mengeluarkan senjata kami untuk di tunjukan kemampuannya... haahha (maksudnya kamera temans)...
| View Desa Sembalun |
Menjelang sore akhirnya kami tiba di basecamp (Rumah bang Ronza namanya) disambut oleh keramahan penghuni rumahnya, beserta aneka cemilan yang menggugah selera.. hee... Disini kami menginap dan berdiskusi kembali sembari makan malam untuk persiapan pendakian, oh ya tidak lupa mempersiapkan logistik untuk 4 hari kita di gunung besok.
| Basecamp |
Dan... Malam pun tiba... time to get rest.
13 Mei 2012
Plawangan Sembalun
Perbekalan sudah, sarapan sudah, siap-siap berangkat.... eiiiiit tunggu.. poto keluarga dulu dung ama semua anggota plus pemilik rumah.. hehe... disini minus febri karena lagi kebelakang...?..
| Foto Keluarga duluuu... |
Let’s go guyss....
Untuk mencapai gate masuk kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani kami naik mobill bak terbuka... yeeee... saya senang sekali... berasa banget backpackerannya... plus tidak lupa beli tiket masuk & dan pendaftaran anggota yang mendaki. Tiket masuk hanya Rp10.000,-/orang termasuk asuransi (2012).
Kira-kira pukul 10.00 kami mulai mendaki... oh ya temans, kita mendaki melalui jalur sembalun yaa dan kami menyewa 2 orang porter untuk membawa barang perbekalan logistik... Karena kata sumber sebelumnya jalur Sembalun menyuguhi pemandangan-pemandangan yang tidak akan membuat pendaki bosan... oh ya? Mari kita buktikan...
Kami melewati 3 pos di jalur sembalun, disambut oleh hamparan savana yang sangat luas, naik.. turun...naik...turun... muter... savananya ngajak becanda haha.. dan cuaca yang bersabahat (Alhamdulillah pada waktu kami naik cuaca mendung, karena apabila cuaca panas akan sangat terik, menguras tenaga dan cepat haus) ... Subhanallah pemandangannya...
| Savana nan cantiiik... |
| Tampak di depan "Tujuh Bukit Penyesalan'" |
Sampai di pos 3 sekitar jam 2-an kita makan siang, fyi... di pos 3 ada sumber air jadi bisa sekalian Shalat juga ya temans. Pendakian dilanjutkan ke trek selanjutnya yang lebih sulit, savana berganti menjadi bebatuan cadas dan hutan, kali ini ditemani rintik hujan tipis yang tidak begitu deras. Terlihatlah bukit-bukit didepan yang namanya “tujuh bukit penyesalan” .... ya ampyuuun nih bukit ga ada abis-abisnya... menyesal sayah... eh just kidding.... gak mungkinlah... Semangat kakaa... malampun hampir tiba... bukit penyesalan belum tamat-tamat, hujan pun semakin deras... dan kamipun akhirnya terpisah-pisah... yang kuat menanjak... didaulat untuk mendaki terlebih dahulu untuk mencapai ke puncak sembalun dan menge-tek (apa seh? Haha) tenda di lokasi camp. Sedangkan saya, rani, dan pak ketu (ketua) beserta bapak2 porter menjadi kloter yang belakangan...
Dan kira-kira pukul 20.00 akhirnya kami kloter yang belakangan sampai puncak sembalun... Alhamdulillah ... saya ... amatiran naik gunung, bisa sampe puncak sembalun 10 jam sajah.... woooaaa.... senangnya, tapi saya sedikit cidera nih temans, ujung kaki sakitnyoo... maklumlah amatir hehe. Dan tenda kamipun sudah terpasang di camp... oww... thanks ya friends... langsung teparrrr. Tapi... malam itu... hujan pun turun dengan derasnya disertai angin kencang dengan suara yang membuat merinding bulu kuduk.. fiuuuh... banyak berdoa dah...
14 Mei 2012
Saatnya muncak... katanya untuk muncak butuh waktu 3 jam ... langit cerah dan berbintang pada saat itu, akhirnya saya memutuskan untuk tidak muncak karena cidera kaki ini, dan saya pun di tinggal sendirian... eeeit gak lah... kan banyak tetangga tenda sebelah yang gak muncak. Pada pukul 02.00 teman-teman sayapun berangkat untuk muncak aka ‘summit attack’.
Subuh pun menjelang... langit gelap mulai menyelimuti dan puncak Rinjani tidak jua menampakkan wujudnya, kabut tebal terus menyelimuti puncak dan tenda kami.... akhirnya secercah cahaya pun menyinariku.. hehehe... muncul dibalik tebalnya kabut alam... Subhanallah sunrise in front of me.. in front of Puncak Sembalun, nih dia Sunrise-nya:
| Sunrise dari Puncak Sembalun |
Habis terang terbitlah gelap... yeaah... sehabis matahari menunjukkan cahaya indahnya di puncak sembalun, awan gelap dan hujan pun akhirnya turun dengan deras... pukul 09.00 pagi puncak sembalun tertutup oleh kabut tebal, dan teman-teman sayapun kembali dari muncak-nya, teman saya Rani pun kembali dengan jas hujan compang-camping... hihihi... tersenyum geli... katanya di puncak Rinjani terjadi badai, jadi mereka tidak mendapatkan sunrise diatas... yaap... Alam sedang bergejolak... (apa seh? haha)
Rencananya setelah muncak, kami akan turun ke Danau Segara Anak yang indah itu. Setelah makan siang, kamipun packing, tapi... hujan kembali turun dan mendapatkan informasi dari sumber terpercaya bahwa didanau sedang terjadi badai sehingga memaksa kita untuk tidak turun, karena jalan licin dan terjal akan membahayakan pendaki.
Dan... hujan badai inipun berlangsung sampai malam harinya.... memaksa kami untuk menginap ditenda sampai hari berikutnya....
15 Mei 2012
Danau Segara Anak
Badai pasti berlalu... hari pun cerah... sunrise pun hadir dengan indahnya... waah... Setelah mengabadikan keberadaan kami dipuncak Sembalun dengan riang gembira, kami pun siap untuk turun ke Danau Segara Anak, tampak di bawah sana pemandangan danau begitu indah, cerah, memanggil kami untuk segera menghampirinya... cieee.
| View Danau Segara Anak dari Sembalun |
| Pasukan lengkap (ki-ka): Habiby, David, Sayah, Oz, Akbar, Febri dan Rani |
Trekking turunpun dimulai... ditemani hembusan angin dingin yang menyejukan hati dan pikiran galaupun hilang wkwkwk.. terlihat dari kejauhan air terjun putih berkilauan, terbing-tebing curam dihiasi awan putih bak sungai yang sedang mengalir dibawahnya, pegunungan alam diselimuti kabut tipis membentang dengan indah, sudah bingung kata-kata yang akan dituliskan melihat ciptaanMu yang luar biasa indah ini Tuhan... Subhanallah... hanya lafaz ini yang sanggup saya ucapkan untuk mengagumi ciptaan Alam-Nya.
Berikut suasana(view) di trek menuju danau Segara Anak:
Sampailah kami di danau Segara Anak, dapat spot yang enak untuk mendirikan tenda, langsung kami beraksi kembali memainkan senjata kami.. jepret sono..jepret sini sampe pegel... wkwkwk. Pemadangan ciamikk didepan benar-benar membuat takjub lagi. No wonder that many people said Rinjani is the most exotic mount in Indonesia... we must be proud my friends to live in this beautiful country!! .
Ada yang mancing, ada yang masak, ada yang masih main-in kameranya, bahkan masih ada yang bengong-bengong gak tau apa yang lagi dipikirin wkwkk (kayaknya itu saya yahh haha), was the way we did. Tak lupa kami meng-explore lokasi sekitar, ternyata ada spot-spot menarik yang wajib dikunjungi di Segara Anak ini yaitu air terjun dan sumber mata air panas. Alhamdulillah akhirnya saya bisa mandi !!!... wkwkwk.
| Air Terjun didekat Segara Anak |
Sambil menunggu senja menjelang, menunggu pemandangan indah lainnya yang akan disuguhkan alam dikala sore hari di gunung ini... secangkir yang hangat-hangat menemani... tidur-tiduran didepan tenda sambil memandangi Gunung Baru Jari dan bentangan alam nan indah... aach alangkah damainya hidup ini ...
Malampun datang... bintang-bintang yang bertaburan diangkasa menghiasi alam digunung ini, kamipun memaiinkan kamera kami, bersenda-gurau... malam yang indah, malam yang luar biasa... maybe... once in a life time in my life, to meet all of you guys was the great moment...ever. Thank you for making me feel happy that night..
Dan.. hembusan angin dingin pun datang... brrr... memaksa kami untuk masuk tenda untuk beristirahat, ditemani suara-suara alam yang mengalun indah seakan mengiringi kami untuk melanjutkan mimpi-mimpi yang indah... caelaaah...wkwkwk
16 Mei 2012
Disambut nyanyian burung nan merdu serta sinar matahari yang menyinari hati yang sempat gelap...halah..haha. Berat rasanya bersiap-siap meninggalkan tempat nan indah ini. Selesai sarapan dan packing, kamipun bersiap turun gunung, eeh kalo Rinjani ini, jalur turunnya harus naik dulu. Lho? Kita harus naik gunung dulu ke puncak senaru baru turun lagi, begitu... oh ya temans, pulangnya kita lewat jalur senaru yang juga menyuguhi pemandangan yang berbeda di setiap celahnya. Mulai dari sungai-sungai kecil tapi cukup deras untuk diseberangi, jalur-jalur trekking yang lumayan terjal, bahkan lebih terjal dari trek sembalun. Bahkan ada trek yang benar-benar terjal yang cukup menciutkan nyali saya, yaitu trek batu ceper, yang memiliki kemiringan ± 60°, lalu jalur yang habis longsorpun tak luput kami lewati, tidak lupa saya berdoa kepada yang Maha Kuasa agar sanggup melewati jalur yang cukup berbahaya ini. Itulah Rinjani, memiliki pilihan jalur-jalur trekking yang bisa dilewati dan memanjakan mata para pendaki agar terus mengagumi kendahan yang dimilikinya, tapi juga harus waspada akan bahaya yang dilewati...
| Trek Batu Ceper |
| Trek yang longsor |
Tak terasa 4 jam berlalu, akhirnya sampailah kami di puncak senaru. Pemandangan danau Segara Anak pun tampak dibawah kaki kami... dengan view yang berbeda dari puncak Sembalun, tak lupa kami beraksi kembali... narsisss... abiss...hahaha.
| View Segara Anak dari Senaru |
Berbeda dengan puncak Semabalun, di puncak Senaru ini ternyata berdiri kios-kios penjual makanan dan minuman... widiiih, usaha yang luar biasa yaah penduduk lokal ini... walaupun dengan harga makanan/minuman yang lebih mahal berkali-kali lipat dari pasaran, tapi kalo dipikir-pikir ya pantas ajah... wong bawa barang dagangan harus dengan berpeluh keringat dan usaha yang cukup keras tooh..
Dan berbeda dari puncak Sembalun yang berisi pendaki lokal, puncak Senaru didominasi pendaki mancanegara, bule-bule berkeliaran dimana-mana wkwkwk, ternyata mereka lebih menyukai trekking lewat jalur Senaru, kenapa ya??... Usut punya usut ternyata turis ini, habis menghabiskan liburan di Gili Trawangan, dan akses terdekat dari Gili untuk ke Rinjani ya.. melalui jalur Senaru ini... ohhh..gitu. malah terbalik sama rencana kami haha...
Cuaca sangat panas di puncak Senaru, memaksa kami untuk segera turun agar bisa sampai dibawah tidak terlalu malam... waktu sudah menunjukkan pukul 14.00... menemukan sumber mata air dikala perjalanan turun, menjadi tempat peristirahatan kami untuk makan dan shalat. Setelah kenyang, kami melanjutkan perjalanan turun, berbeda dengan view Sembalun yang berisi savana-savana nan luas, view Senaru di dominasi oleh hutan-hutan nan lebat, dan cukup membantu kami tidak kepanasan tentunya... tak banyak istirahat dilakukan demi cepat sampai dibawah hehe... Karena destinasi berikutnya telah menanti.... Gili Trawangan... semangkaa...
Alhamdulillah akhirnya pukul 20.00 malam kami semua sampai di bawah... istirahat sambil menikmati minuman dingin dimalam yang dingin, di kios sederhana milik penduduk lokal setempat membantu men-charge tubuh saya yang mulai kecape-an... ya iyalah secara... lari-lari turun gunung yang menghabiskan waktu 6 jam saja haha.
Akhirnya penjemputan pun datang untuk membawa kami untuk mencari penginapan untuk beristirahat guna melanjukan petualangan berikutnya esok harinya. Di jemput oleh mobil bak terbuka lagi... yeee... malam-malam, sambil tiduran diatas bak terbuka memandangi langit yang cerah di penuhi bintang-bintang bertaburan yangmembentang dari utara ke selatan, timur ke barat... wauuuoo... Ya Allah, tak henti-hentinya Kau menyuguhkan ciptaan alam-Mu yang luar biasa ini kepada kami....
Dan... malam itu kami pun beristirahat di penginapan yang cukup nyaman dan Alhamdulillah murah temans, tak sabar menunggu datangnya pagi.
17 Mei 2012
Petualangan di Rinjanipun berakhir, disambut mentari padi yang indah di penginapan di Plwangan Senaru. Selesai sarapan dan packing, kamipun menyewa mobil elf untuk mengantarkan kami ke destinasi berikutnya..... Gili Trawangan.
1,5 jam perjalanan menuju bangsal (pelabuhan penyeberangan) untuk ke Gili Trawangan dari Plawangan Senaru, oh ya.. fyi..kalo kita naik kendaraan umum tidak sampai pelabuhannya, oleh karena itu kita harus naik cidomo (delman ala bangsal temans) atau berjalan kaki. Kamipun memilih untuk berjalan kaki karena gak mau rugi hahaa.... sambil menunggu pak ketua beli tiket, tak lupa kami bernarsis ria... Tiket naik boat Rp10.000,-/orangnya temans. (2012).. gak perlu menunggu lama, boat pun menyeberangkan kami ke Gili.
| Nunggu kapal di Bangsal |
Sampai di Gili Trawangan, gak perlu bingung-bingung, banyak jasa yang menawarkan penginapan.... alhasil dengan berbagai negosiasi dibuat, dapatlah kami penginapan yang cukup murah meriah.. Rp100.000,-/kamar bisa di isi 2-3 orang... hmmm...Alhamdulillah. Penginapan-pun sekitar 100 meter dari pantai, jadi gak perlu jalan kaki capek-capek, wong dah capek di Rinjani lhoo...hehe
Istirahat sebentar, sholat, dan Maksi di warung Bu De’ dengan harga yang bersahabat dengan kantong para backpacker... cukup membuat stamina kami pulih... siap untuk beraksi kembali. Beraksi ngapain coy? Hadooh masih nanya! Ya snorkling lhaa... secara ini Gili Trawangan booo... ngapain coba? Hahaa
Eiit tapi hari sudah lewat dari siang, jasa snorkling dan boat untuk umum sudah ditutup... laah... akhirnya dengan usaha gigih pak ketua untuk mencari jasa mengantarkan kami snorkling di 3 Gili (Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air) pun membuahkan hasil. Dengan Rp600.000,- per boat exclude snorkeling gear untuk kami ber-6 (David memutuskan untuk tidak snorkling karena sudah pernah)... Nemo... I’m coming hehehe..
| Menuju spot snorkling |
| Snorkling @ Gili Air |
Snorkling kelar, malampun menjelang... mandi sudah, dandan sudah, sholat sudah, ngapain yaah?... Saatnya berpesta... widiiiih pesta? Pesta makan ikan cooy!... yap setelah makan ala kadarnya di gunung hampir seminggu... saatnya mengisi perut ini dengan yang lebih bergizi hehe... makan ikan bakar nyang guedee, rame-rame... mantafff... plus disuguhi pemandangan bule-bule khas Gili Trawangan, membuat diri ini melupakan lelahnya badan ini... haha... Selamat makaaan.... Fyi temans, kalo malam hari di Gili Trawangan, tepat di alun-alunnya dijajakan berbagai macam makanan nusantara untuk para wisatawan seperti... bakso, nasi goreng, ikan goreng/bakar, soto.. de el el, banyak pokoknya tinggal pilih sesuai selera.
| Suasana Malam di Gili Trawangan |
| Selamat makaaaan...... |
Dan... Malampun terlewati dengan canda tawa, sukacita...
18 Mei 2012
Suara azan Subuh terdengar berkumandang ditemani ayam jantan berkokok... eiit emang ada ayam berkokok di Gili? Oh... ngga.. itu alarmnya teman sayah...hahaha, segera kami bergegas untuk ke pantai. Ngapain? Lihat sunrise duunk.... meluncuur...
Kali ini Yang Maha Kuasa menyuguhkan kembali sunrise yang menakjubkan untuk kami abadikan... Tampak gunung Rinjani di sebelah timur... muncul dengan gagahnya Subhanallah....
| Sunrise dari Gili Trawangan |
Akhirnya... petualangan seminggu di Lombok ini berakhir, pesawat ke Jakarta sore hari, masih ada waktu untuk keliling Mataram hanya sekedar nyobain Ayam Taliwang dan beli oleh-oleh hehe....
Petualangan ini sungguh memberikan pengalaman yang tak terlupakan buat saya... dan tentunya pelajaran buat saya, pelajaran tentang memaknai alam, memaknai arti kehidupan, memaknai arti persahabatan dan tentunya bersyukur kepada Tuhan.
Thank You Allah, Thank You my friends. Bye-bye Lombok....
Thank You to Bang Oz and Akbar for all these dokumentatios.
Pepatah mengatakan apabila anda hendak mendaki gunung untuk mengingat ini :
"Jangan buang sesuatu kecuali waktu, jangan meninggalkan sesuatu kecuali jejak, jangan membakar sesuatu kecuali semangaat.. dan jangan mengambil sesuatu kecuali gambar!"
So... masih aja diem dirumah? Indonesia itu indah kawan!
Wonderful Indonesia
Wonderful Indonesia
SitRok
Beberapa tips untuk yang berminat ke Rinjani:
- Tekad yang kuat bahwa anda bisa ke Rinjani!!
- Berangkat dengan rombongan agar biaya lebih murah plus bersama orang yang berpengalaman mendaki gunung;
- Mencari informasi sebanyak-banyaknya di internet untuk carter/transportasi menuju/dari Rinjani;
- Jangan sungkan-sungkan toek sewa porter ya... apalagi buat ladies hehe... lumayan bawaan gak berat, secara untuk mendaki Rinjani, membutuhkan sekurang-kurangny 8 jam untuk yang berpengalaman, untuk pemula yaa gitu deeh...
- Perlengkapan naik gunung yang lengkap...
- Perbekalan logistik yang cukup, baik untuk pribadi maupun grup...
- Jangan lupa berdoa sebelum mendaki...
- Jangan lupa Ibadah, jangan buang sampah sembarangan (buang sampah sembarangan gak kereen broo!!) Untik yang dari gunung bawa kembali sampah yang dihasilkan sewakti nge-camp dan buanglah di tempat sampah ya... Menjaga alam, berati melestarikan alam.


Comments
Post a Comment